16 March 2009

Tulisanku DIMUAT DI KORAN PRIANGAN

Alhamdulillah hari ini tanggal 16 Maret 2009, tulisanku dimuat lagi di koran HU Priangan Tasikmalay dalam rubrik OPINI:


DBD dan Perilaku Kita
Arda Dinata
LAGI-LAGI, demam berdarah dengue (DBD) renggut nyawa. Itulah headline HU Priangan edisi 10/3/2009.

Dalam berita itu disebutkan kalau DBD di Kota Tasikmalaya kembali merenggut korban jiwa. Adalah Desi Purnamasari gadis berusia 20 tahun anak pertama dari pasangan Mahmud (44) dan Siti Aisah (41), warga Kp. Sukasirna RT 01 RW 11 Kel. Sukanagara Kec. Purbaratu Kota Tasik meninggal akibat penyakit yang ditimbulkan oleh nyamuk Aedes aegypti.
Berdasarkan data dari Bidang P2PL Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, hingga akhir Februari 2009, penderita DBD mencapai 76 kasus. Data tersebut hingga Maret ini diperkirakan akan terus bertambah seiring perubahan cuaca dan banyaknya ditemukan kasus-kasus DBD di Kota Tasikmalaya. Sehingga pantas saja, dengan meningkatnya warga Kota Tasik yang terjangkit DBD ini membuat keprihatianan Walikota Tasik, Drs. H. Syraif Hidayat, M.Si. yang disampaikannya di sela-sela peresmian ruang rawat inap kelas 3 RSUD Tasik baru-baru ini.
Kalau mau jujur, sesungguhnya adanya kasus DBD ini merupakan cerminan dari perilaku kita selama ini. Sebab, keberadaan nyamuk, lingkungan dan perilaku manusia adalah tiga komponen yang memberikan kontribusi terhadap tersebarnya penyakit bersumber dari nyamuk (baca: DBD).

14 February 2009

INSPIRASI MENULIS

INSPIRASI MENULIS
Udo Yamin Majdi

Luar Biasa! Inilah kesan saya saat menghadiri acara presentasi lomba novel WIHDAH kemaren (Kamis, 12/02/2009). Selama saya di Mesir, hampir setiap tahun saya menjadi juri dalam lomba menulis di berbagai organisasi mahasiswa Indonesia Mesir (Masisir). Lomba kali ini, saya merasakan berbeda, selain memang lomba novel ini baru pertama kali diselenggarakan di kalangan Masisir, juga pesertanya luar biasa.

Betapa tidak, meskipun mereka hanya enam orang, namun tak urung saya harus angkat topi kepada mereka. Sebab, sumber inspirasi dan proses mereka menulis sangat menakjubkan. Tadinya, saya mengira mereka ikut, memang sudah terbiasa menulis, fasilitas sangat mendukung, dan memiliki waktu luang yang banyak.

Ternyata, tidak demikian, mereka penulis pemula dan novel itu adalah karya perdana mereka. Ditambah, beberapa orang diantara mereka tidak memiliki komputer. Selain itu, ada yang menulis di tengah kesibukan mereka sebagai mahasiswi, isteri, dan ibu rumah tangga. Dan rata-rata mereka menulis novel itu selama satu bulan, bahkan ada yang hanya dua minggu.

27 January 2009

Share Market Sebelum Menulis Naskah

 Share Market Sebelum Menulis Naskah

"Kebiasaan penulis, mereka menulis apa yang diinginkannya untuk ditulis. Dan hal terpenting justru malah dilupakan. Yaitu; apakah tulisan itu nanti akan dibutuhkan oleh calon pembaca, dan penerbit akan mau menerbitkannya!"
Pusat Ilmu & Program Menjadi Kaya Raya
Miliki Ilmu Rahasia MenJadi Kaya di Sini

 
Saya sering mendapatkan SMS dari orang yang meminta agar dibantu naskahnya untuk diterbitkan. Kemudian saya menanyakan naskah apa yang sudah dibuat. Jawaban mereka, hampir keseluruhan tulisan itu di mata saya jika diusahakan untuk ditawarkan ke penerbit pasti akan susah tembus. Saya hanya butuh analisa sedikit untuk membuat sebuah konklusi seperti itu. 

Ya, karena naskah itu; pertama, terlalu biasa (klise), kedua, naskahnya sudah kelewat trend, ketiga, naskah sejenis sudah banyak sekali dibuat penulis dan konsepnya jauh lebih bagus dibandingkan garapan orang tersebut. Dan masih banyak lagi alasan-alasan yang masih logis untuk saya membuat konklusi 'naskah bakal ditolak'.

21 January 2009

Menumbuhkan Tradisi Menulis di Kalangan Siswa


Menumbuhkan Tradisi Menulis di Kalangan Siswa


Oleh AA NURDIAMAN, S.Pd.

Menulis adalah salah satu jenis kompetensi yang dapat dipelajari dan dibutuhkan dalam banyak bidang kehidupan, sehingga sudah semestinya sekolah menumbuhkembangkan kompetensi menulis kepada peserta didiknya.

Menulis adalah kecakapan, tepatnya kecakapan berbahasa. Seseorang yang mampu membuat tulisan berarti telah menguasai tata bahasa, mengusai perbendaharaan bahasa, dan mampu menuangkan ide atau gagasan dalam bentuk tulisan. Hasil tulisan siswa mencerminkan wawasan pengetahuannya. Di sekolah, kecakapan ini harus dikuasai oleh para siswa. Sayangnya, tradisi menulis belum berkembang dengan baik di kalangan siswa.

Terdapat anggapan keliru yang berkembang, sehingga tradisi menulis belum menjadi tradisi di kalangan siswa. Pertama, menulis erat kaitannya dengan profesi jurnalistik semata. Kecakapan menulis dibutuhkan oleh hampir semua bidang kehidupan. Coba bayangkan, apa yang terjadi apabila di suatu institusi tidak ada yang mampu menuliskan konsep-konsep penting untuk kemajuan organisasi.

Selamat Menikmati Tulisan-Tulisan Yang Penuh Inspirasi, Ilmu, Motivasi dan Amal Yang Bikin Hidup Anda Sukses Secara Islami di Blog Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam [MIQRA] INDONESIA. Blog Ini Didirikan oleh ARDA DINATA, Seorang Penulis Merdeka. Salam SUKSES....dari MIQRA Indonesia!!!

Assalamu'alaikum wr wb Selamat datang di MIQRA INDONESIA GROUP.
 | 
 | 

Your Ad Here
 

MIQRA INDONESIA

MIQRA INDONESIA: IBROH [WISDOM]

MIQRA INDONESIA: KELUARGA [FAMILY LIFE]

MIQRA INDONESIA: SEHAT [HEALTHY]

JURNAL MIQRAINDO

MIQRA INDONESIA: OPINI

MIQRA INDONESIA: BISNIS [BUSINESS]

MIQRA INDONESIA [Environment Health]

MIQRA INDONESIA: BUKU

MIQRA INDONESIA: SPIRIT Enthusiasm

MIQRA INDONESIA: SPIRIT Enthusiasm

MIQRA INDONESIA: OPTIMIS [LA TAHZAN]